Cara Masuk ke BIOS Windows 10

Masuk ke BIOS Windows 10

Apakah Anda ingin masuk ke BIOS Windows 10 namun tidak tahu cara melakukannya? Jangan khawatir, Anda tidak sendiri! BIOS atau Basic Input Output System merupakan program firmware yang berfungsi mengatur bagaimana komputer Anda beroperasi. Masuk ke BIOS biasanya diperlukan ketika Anda ingin mengatur pengaturan hardware, memperbaiki masalah komputer, atau menginstal sistem operasi baru. Artikel ini akan membahas cara mudah masuk ke BIOS Windows 10.

Sebelum kita mulai, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Cara masuk ke BIOS pada Windows 10 dapat bervariasi tergantung pada merek dan model komputer yang Anda miliki. Beberapa merek komputer seperti Dell, HP, Lenovo, Asus, atau Acer dapat memiliki kombinasi tombol yang berbeda untuk masuk ke BIOS. Selain itu, beberapa komputer juga memiliki opsi BIOS yang disebut UEFI atau Unified Extensible Firmware Interface. Perbedaan ini juga akan berpengaruh pada cara masuk ke BIOS. Berikut beberapa metode umum yang dapat Anda coba.

Cara Masuk BIOS Windows 10

Kenapa Harus Masuk BIOS?

Masuk ke BIOS penting untuk melakukan pengaturan hardware, seperti overclocking atau mengubah boot priority.

1. Restart atau Hidupkan Komputer

Pastikan komputer dalam keadaan mati atau restart. Kemudian tunggu sampai muncul logo pabrikan (misalnya, Acer, Asus, HP) di layar.

2. Tekan Tombol yang Tepat

Biasanya, tombol yang bisa digunakan untuk masuk BIOS adalah F2, F10, atau Del. Tunggu beberapa saat setelah munculnya logo pabrikan, kemudian tekan tombol tersebut. Jika tidak berhasil, cobalah kombinasi tombol seperti Fn + F2.

Pengaturan Menu Utama BIOS

Menu utama BIOS adalah tempat di mana Anda dapat mengakses berbagai pengaturan penting pada komputer Anda. Bagian ini berisi beberapa sub-menu yang dapat Anda jelajahi untuk mengatur berbagai pengaturan BIOS.

Pengaturan Tanggal dan Waktu

Pada menu utama BIOS, Anda dapat mengatur tanggal dan waktu komputer Anda. Fitur ini memungkinkan Anda untuk memastikan bahwa sistem operasi Anda memiliki informasi waktu yang akurat sehingga dapat berfungsi dengan baik. Anda dapat mengatur tanggal, jam, dan zona waktu sesuai dengan wilayah Anda berada.

Pengaturan Boot Priority

Salah satu fitur penting yang dapat diakses melalui menu utama BIOS adalah pengaturan boot priority. Fitur ini memungkinkan Anda untuk mengatur urutan booting perangkat ketika komputer dinyalakan. Dengan mengatur boot priority, Anda dapat menentukan perangkat apa yang akan digunakan sebagai perangkat utama untuk booting.

Misalnya, Anda dapat mengatur agar komputer menggunakan perangkat USB atau DVD sebagai perangkat booting pertama. Ini berguna jika Anda ingin menginstal sistem operasi atau menggunakan perangkat bootable lainnya yang terhubung melalui USB atau DVD.

Pengaturan Hardware Lainnya

Selain pengaturan yang telah disebutkan, menu utama BIOS juga menyediakan pengaturan untuk hardware lainnya. Salah satu pengaturan yang umum adalah overclocking, yang memungkinkan Anda untuk meningkatkan kinerja CPU dan RAM di atas batas defaultnya.

Terkadang, pengaturan suhu juga dapat diakses melalui menu utama BIOS. Anda dapat memantau suhu CPU dan pengaturan pendingin tambahan jika perlu. Hal ini penting untuk menjaga suhu tetap dalam batas yang sehat agar komputer berfungsi dengan baik dan mencegah kerusakan perangkat keras.

Selain itu, Anda juga dapat mengonfigurasi pengaturan RAM melalui menu utama BIOS. Anda dapat mengatur timing RAM, frekuensi, dan tegangan untuk mengoptimalkan kinerja memori komputer Anda.

Menu utama BIOS adalah pintu gerbang yang memungkinkan Anda mengatur berbagai pengaturan penting pada komputer. Pengaturan tanggal dan waktu, boot priority, dan pengaturan hardware lainnya dapat diakses melalui menu ini. Pastikan Anda memiliki pemahaman yang baik tentang setiap pengaturan sebelum melakukan perubahan untuk menghindari masalah yang tidak diinginkan.

Menu Advanced BIOS

Pada menu Advanced BIOS, Anda dapat mengatur berbagai pengaturan terkait CPU Anda. Menu ini memberikan akses kepada Anda untuk mengatur kecepatan clock, multiplier, dan voltase CPU Anda.

Pengaturan CPU

Di menu Advanced BIOS, Anda dapat menyesuaikan berbagai pengaturan terkait CPU Anda. Salah satu pengaturan yang dapat Anda atur adalah kecepatan clock CPU. Dengan mengubah kecepatan clock, Anda dapat meningkatkan atau menurunkan performa CPU sesuai kebutuhan Anda. Selain itu, Anda juga dapat mengatur multiplier, yang merupakan faktor pengali kecepatan clock CPU. Dengan mengubah nilai multiplier, Anda dapat meningkatkan atau menurunkan kecepatan CPU Anda secara proporsional. Selain itu, Anda juga dapat mengatur voltase CPU. Hal ini penting untuk memastikan stabilitas CPU Anda saat digunakan dalam kondisi beban penggunaan yang berat.

Pengaturan Storage

Selain pengaturan terkait CPU, Anda juga dapat mengatur konfigurasi drive storage Anda di menu Advanced BIOS. Dalam menu ini, Anda memiliki opsi untuk memilih mode RAID, mengaktifkan fitur AHCI, atau mengatur drive SSD Anda. Jika Anda menggunakan beberapa hard drive atau SSD dalam konfigurasi RAID, Anda dapat memilih mode RAID yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Fitur AHCI adalah fitur yang memungkinkan penggunaan perangkat storage dengan performa yang lebih tinggi. Jika Anda menggunakan SSD sebagai drive penyimpanan, Anda dapat mengatur pengaturan terkait dengan SSD tersebut di menu ini.

Fitur-Fitur Lainnya

Menu Advanced BIOS juga memiliki fitur-fitur lain yang dapat Anda atur sesuai kebutuhan Anda. Anda dapat mengatur pengaturan terkait dengan port USB, seperti mengaktifkan atau menonaktifkan port USB tertentu. Selain itu, Anda juga dapat mengatur pengaturan terkait dengan jaringan, seperti mengatur pengaturan LAN atau Wi-Fi. Pengaturan audio juga dapat Anda sesuaikan di menu ini, seperti mengatur volume atau memilih output audio yang diinginkan.

Menu Security BIOS

Pada menu Security BIOS Windows 10, terdapat beberapa pengaturan keamanan yang dapat Anda atur sesuai kebutuhan. Dengan mengakses menu ini, Anda dapat melindungi pengaturan BIOS dari akses yang tidak sah, mengaktifkan fitur Secure Boot, serta mengatur fitur keamanan lainnya seperti TPM atau pemblokiran hardware.

Pengaturan Password

Salah satu fitur yang terdapat di dalam menu Security BIOS adalah pengaturan password. Dengan mengaktifkan pengaturan password BIOS, Anda dapat melindungi pengaturan dan konfigurasi BIOS agar tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Hal ini sangat penting untuk menjaga privasi dan keamanan informasi yang disimpan di dalam komputer.

Setelah Anda mengakses menu Security BIOS, Anda dapat memilih opsi untuk mengatur password BIOS. Kemudian, Anda akan diminta untuk memasukkan password baru dan mengonfirmasikan password tersebut. Pastikan untuk memilih password yang kuat dan tidak mudah ditebak. Selain itu, jangan lupa untuk mengingat password tersebut agar tidak terkunci dari pengaturan BIOS sendiri.

Pengaturan Secure Boot

Fitur Secure Boot merupakan salah satu fitur penting yang terdapat di dalam menu Security BIOS Windows 10. Fitur ini dirancang untuk melindungi komputer Anda dari booting menggunakan drive yang tidak terpercaya atau telah diubah oleh malware. Dengan mengaktifkan Secure Boot, hanya drive yang telah terverifikasi dan memiliki tanda tangan digital yang valid yang dapat digunakan untuk melakukan booting pada komputer.

Untuk mengaktifkan Secure Boot, Anda perlu mengakses menu Security BIOS dan mencari opsi Secure Boot. Setelah itu, Anda bisa mengatur opsi Secure Boot menjadi “Enabled” atau “On”. Proses ini akan memastikan bahwa hanya perangkat lunak yang sah dan aman yang dapat dijalankan pada saat booting dan melindungi komputer Anda dari serangan malware atau perangkat yang tidak terpercaya.

Fitur Keamanan Lainnya

Selain pengaturan password dan Secure Boot, menu Security BIOS juga menyediakan fitur-fitur keamanan lainnya yang dapat Anda atur sesuai kebutuhan. Salah satunya adalah pengaturan TPM atau Trusted Platform Module. TPM adalah sebuah chip yang terpasang di dalam komputer dan berfungsi untuk meningkatkan keamanan perangkat keras dengan menyimpan kunci enkripsi dan sertifikat digital.

Anda juga dapat menemukan fitur pemblokiran hardware di dalam menu Security BIOS. Fitur ini memungkinkan Anda untuk memblokir akses ke perangkat keras tertentu pada komputer. Misalnya, Anda dapat memblokir port USB atau kartu jaringan untuk mencegah penggunaan yang tidak sah atau akses yang tidak diizinkan.

Dalam mengatur fitur-fitur keamanan ini, pastikan untuk memahami pengaruh dan dampak dari pengaturan tersebut. Perubahan yang dilakukan di dalam BIOS dapat mempengaruhi kinerja dan kompatibilitas sistem. Oleh karena itu, perhatikan dengan seksama setiap perubahan yang Anda lakukan di dalam menu Security BIOS Windows 10.

Menu Exit BIOS

Di menu Exit BIOS, Anda bisa menyimpan pengaturan yang telah Anda ubah atau membuat pengaturan kembali ke default. Selain itu, terdapat pilihan untuk keluar dari BIOS dan melanjutkan booting ke sistem operasi. Jika Anda tidak ingin menyimpan perubahan yang telah Anda buat, Anda juga bisa membatalkannya di menu Exit BIOS.

Menyimpan Pengaturan

Pada menu Exit BIOS, terdapat opsi untuk menyimpan pengaturan yang telah Anda ubah. Jika Anda telah mengkonfigurasi berbagai pengaturan di BIOS, seperti pengaturan boot atau pengaturan perangkat keras, penting untuk menyimpan perubahan tersebut agar pengaturan yang telah Anda lakukan tetap berlaku.

Untuk menyimpan pengaturan, Anda dapat mengklik opsi “Save Changes” atau “Save & Exit” di menu Exit BIOS. Setelah Anda mengklik opsi tersebut, BIOS akan menyimpan pengaturan yang telah Anda ubah dan mengaplikasikannya saat booting sistem operasi.

Pilihan Keluar dari BIOS

Setelah Anda selesai melakukan pengaturan di BIOS, Anda perlu keluar dari BIOS dan melanjutkan proses booting ke sistem operasi. Pada menu Exit BIOS, terdapat beberapa pilihan untuk keluar dari BIOS, seperti “Exit and Save Changes”, “Exit Without Saving Changes”, atau “Exit Discarding Changes”.

Jika Anda telah menyimpan pengaturan yang telah Anda ubah, Anda dapat memilih opsi “Exit and Save Changes” untuk keluar dari BIOS dan mengizinkan BIOS untuk memuat pengaturan yang baru Anda simpan saat booting sistem operasi. Sedangkan, jika Anda tidak ingin menyimpan perubahan yang telah Anda buat atau ingin kembali ke pengaturan default, Anda dapat memilih “Exit Without Saving Changes” atau “Exit Discarding Changes”.

Membatalkan Perubahan

Ada kalanya Anda ingin membatalkan perubahan yang telah Anda lakukan di BIOS. Misalnya, Anda mengubah beberapa pengaturan yang malah mengakibatkan masalah pada sistem Anda. Pada menu Exit BIOS, terdapat opsi untuk membatalkan perubahan yang telah Anda buat.

Jika Anda tidak ingin menyimpan perubahan yang telah Anda buat, Anda dapat memilih opsi “Exit Without Saving Changes” atau “Exit Discarding Changes”. Dengan memilih opsi ini, BIOS akan mengabaikan perubahan yang telah Anda lakukan dan memuat kembali pengaturan sebelum Anda melakukan perubahan tersebut.

Penting untuk diingat bahwa membatalkan perubahan di BIOS akan mengembalikan pengaturan ke kondisi sebelumnya. Oleh karena itu, pastikan Anda telah mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan perubahan dan membatalkannya jika diperlukan.

You May Also Like

About the Author: Okta Maria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *